Weaver Collaboration Matrix Model mensimulasikan operasional bisnis dunia nyata, menciptakan jaringan internal yang kohesif tempat modul-modul fungsional berinteraksi secara mulus. Model ini mendorong interaksi yang sangat kolaboratif antar modul, memungkinkan sistem manajemen yang secara efisien mengakses informasi dari seluruh platform.
Bagaimana manajemen kolaborasi bekerja dalam unit organisasi
Jika kita memahami organisasi secara abstrak, selalu ada tujuh elemen fundamental dalam perusahaan atau unit apa pun: orang, proses (atau alur kerja), dokumen, sumber daya pelanggan, acara proyek, aset fisik, dan keuangan. Elemen-elemen ini tidak berdiri sendiri melainkan saling terkait erat dan bersirkulasi di antara departemen yang berbeda dalam struktur organisasi.
Sebagai pemimpin perusahaan atau unit, sangat penting untuk mengumpulkan informasi yang komprehensif. Sebagai contoh, jika seorang CEO ingin memahami seorang karyawan di dalam perusahaan, mereka akan melihat berbagai aspek: penyelesaian tugas karyawan, kontribusi dan akumulasi pengetahuan, manajemen pelanggan atau pemasok, keterlibatan dalam proyek, partisipasi dalam proses persetujuan (atau alur kerja persetujuan), dan pada akhirnya biaya yang dikeluarkan, serta keuntungan yang dihasilkan dalam organisasi. Detail-detail ini sangat penting untuk penilaian kinerja karyawan yang melampaui sekadar catatan personel.
Oleh karena itu, bagaimana kebutuhan manajemen yang sangat penting secara universal ini dapat diatasi secara efektif?
Dari sudut pandang tradisional, pendekatan tradisional cenderung mengusulkan solusi dari pandangan informasi satu dimensi yang tunggal. Hal ini sering kali menghasilkan pembuatan sistem terpisah untuk manajemen pelanggan, manajemen dokumen, manajemen orang, dan manajemen alur kerja.
Meskipun sistem-sistem ini untuk sementara waktu dapat menyelesaikan masalah tertentu dalam organisasi, tantangan utamanya terletak pada sifat elemen-elemen ini yang saling terhubung, yang memerlukan manajemen holistik.
Mengelola pelanggan secara efektif membutuhkan manajemen orang yang baik, dan mengevaluasi kinerja karyawan sepenuhnya memerlukan perekaman semua jejak kerja mereka di dalam organisasi.
Organisasi telah lama mencari solusi yang dapat mengelola semua elemen operasional mereka secara komprehensif pada platform yang beroperasi dengan cara multi-dimensi. Dan Collaboration Matrix Model di dalam platform Weaver e-cology dirancang untuk menjawab kebutuhan organisasi yang krusial ini.
Penerapan Collaboration Matrix Model dalam Weaver e-cology

To secara efektif menjawab kebutuhan manajemen multi-dimensi dari semua elemen di berbagai departemen dalam organisasi, Weaver telah merancang “Collaboration Matrix Model”.
First, platform Weaver e-cology mengintegrasikan tujuh elemen manajemen perusahaan (orang, proses, dokumen, sumber daya pelanggan, acara proyek, aset fisik, dan keuangan) ke dalam satu platform yang terpadu.
Melalui Collaboration Matrix Model, Weaver e-cology mensimulasikan operasional perusahaan dunia nyata, memastikan interaksi yang sangat terkoordinasi antar modul fungsional.
Kemampuan ini memungkinkan penarikan semua informasi relevan yang terkait dengan node informasi mana pun dalam jaringan informasi perusahaan, sehingga mencapai manajemen kolaboratif internal dan kerja tim yang sesungguhnya.
Weaver Collaboration Matrix Model menyediakan solusi untuk mengelola jaringan informasi perusahaan: di dalam sistem, ketika pengguna mengakses satu bagian informasi, semua informasi terkait juga dapat diakses.
Sebagai contoh, jika Anda menemukan seorang staf penjualan di dalam perusahaan, semua informasi yang relevan – seperti detail keuangan pribadi (gaji, tunjangan, biaya, pengeluaran), klien yang dikelola, dokumen yang dibuat, bawahan yang dipimpin, proyek yang melibatkan mereka, aset perusahaan yang digunakan, dan pengaturan kerja saat ini – saling terhubung dan dapat diambil dengan cepat, mirip seperti jaringan informasi yang teranyam yang bersumber dari profil karyawan tersebut.



